Posted by: yogisn | October 14, 2012

Singapore

Jalan-jalan dengan rombongan sekantor ke Singapore, Tgl 5 – 8 Oktober 2012. Berangkat hari Jumat pagi , take off dengan Sriwijaya Air Jam 09:30 dan kembali hari Minggu sore Jam 17:00 dengan Lion Air. Perjalanan 3 hari , 2 malam yang cukup mengesankan.

SGD (Singapore Dolar) waktu itu sekitar Rp. 7,800. Saya bawa uang saku secukupnya , sekitar 250 SGD, hitung sendiri berapa rupiah🙂 . Mahal nya hidup di Singapore kelihatan dari mahal nya air mineral😦 . Air mineral sebotol kecil sampai 2 SGD, padahal dikampung sini cuma Rp 2,000. Pengalaman melihat dunia luar seperti Singapore akan memberi wawasan baru.  Kita jadi semakin tahu bahwa negara kita ini seperti ketinggalan 20 tahun dari negara tetangga tersebut. Menyedihkan😦

 

Hari Pertama :
Sampai Singapore siang hari langsung naik taksi 7 seat ke Hotel Bencoolen. Lokasi nya strategis di Jalan Bencoolen, dekat sekali dengan Stasiun MRT Bras Basah. Tempat makan antara lain Kopi Tiam juga sangat dekat sekali. Kita bayar taksi 50 SGD ,tidak sampai 1 jam perjalanan. Habis checkin langsung start perjalanan keliling Singapore. Kita coba MRT yang di Jakarta baru diperdebatkan pembangunan nya. Di Singapore MRT sudah dibangun dari tahun 1983 dan sekarang warga nya telah menikmati layanan transportasi terintegrasi antara MRT, BUS yang dikelola oleh perusahaan SMRT Corporation & SBS Transit dibawah badan milik pemerintahnya Land Transport Authority. Untuk menggunakan layanan transportasi tersebut harus beli Smartcard (EZ-Link) . Kartu perdana plus pulsa 7 SGD dijual 12 SGD, selanjutnya bisa di topup. Bayangin aja 20 tahun lagi DKI Jakarta tercinta baru akan punya MRT😦

Image

Hotel Bencoolen

Image

MRT

Image

BUS

Semua berjalan tertib, rapi dan bersih. Dipastikan bebas pengamen, pengemis, kaki lima. Hampir tidak ada petugas lapangan di statsiun, dijalanan. Minimal sekali petugas dilapangan tetapi semua system transportasi bisa berjalan lancar. Seperti untuk BUS hanya ada sopir , tanpa kernet ya dan hanya berhenti di halte, selain dihalte pintu tidak terbuka. Perhitungan tarif memang dikenakan tiap halte sama dengan MRT tiap statsiun. Tarif MRT/BUS  otomastis akan didebet dari smartcard .Kita tinggal tap saja kartunya setiap akan masuk dan keluar MRT/BUS. Petugas lapangan, polisi memang tidak pernah terlihat tetapi CCTV ada dimana mana, bahkan didalam BUS, jadi jangan coba-coba

Kunjungan pertama naik MRT dari stasiun Bras Basah, dekat hotel menuju ke arah Merlion Park, pantung kepala Singa, badan seperti ikan simbol negara Singapore. Diseberang kita bisa lihat Marina Bay, hotel, casino mewah yang atap gedung nya seperti papan selancar. Tapi sayang tidak sempat naik ke atas karena waktu yang terbatas. Dari Merlion Park kita bergerak ke Orchad Road dengan BUS. Orchad Road memang memanjakan pejalan kaki. Trotoar nya lebar, bebas kaki lima, pengamen, pengemis. Jadi nyaman sekali jalan-jalan di Orchad Road, pusat belanja peling populer di Singapore. Sepanjang jalan isi nya mall semua, tinggal kita habiskan SGD nya🙂. Kita makan malam di Lucky Plaza, sekalian belanja. Habis dari Orchad Road langsung menuju Mustafa, pusat belanja juga. Biasa orang beli oleh2, lengkap dari pakaian, souvenir, dan makanan, semua tersedia dan buka 24 Jam. Tinggal siapin SGD nya, habiskan, jangan ragu-ragu🙂. Kita pulang naik taksi tanpa argo, tawar menawar kasih 15 SGD sampai hotel Bencoolen. Padahal ternyata tarif resmis, pakai argo paling 7 SGD😦 . Berakhir lah hari pertama, siap tidur untuk besok seharian ke Universal Studio Singapore

Image

Merlion Park

Image

Merlion Park

Image

Marina Bay

 

 

Hari Kedua :

Sarapan nasi agar cukup tenaga untuk jalan2 seharian. Kita berangkat kembali naik MRT, handalan transportasi Singapore.Kita menuju Pulau Sentosa, tempat Universal Studio berada. Stasiun monorail Sentosa Express ke Pulau Sentosa adalah Mall Vivo City, mall paling ujung di Singapore. Stasiun nya ada di lantai paling atas mall tersebut. Tidak pakai lama nyampai ke Universal Studio, gak ada macet kayak kita ke Ancol😦. Beli tiket masuk Universal Studio agak mahal, 75 SGD , dan kita bisa menikmati semua wahana yang ada sampai mabok. Kita cuma sempat mencoba 6 wahana, yaitu Transformer, Mummy, Water World, Lights Camera & Action, Monster Rock, dan Sherk. Universal Studio Singapore dibuka Januari tahun 2010, pertama di Asia Tenggara dan kedua di Asia setelah Jepang adalah taman bermain bertema film produksi Universal Studio. Yang paling menarik adalahTransformer. Pertunjukan teknolgi 4D. Kita seakan akan bagian dari film tersebut. Kita naik wahana, berupa mobil dan seperti menjadi bagian dalam film. Terjebak ditengah pertempuran robot robot raksasa Transformer menjadi petualangan yang menguras emosi dan mamacu jantung. Menegangkan ketika Megatron mengejar dan Optimus Prime berusaha menjaga keselamatan kita, seru sekali !  Kita makan siang di restoran selera asia, kena 7 SGD dan beli minum air mineral disana kena 2,8 SGD. Kita simpan botol nya karena di sana disediakan air mineral isi ulang, lumayan bisa berhemat 🙂

Dari Universal Studio kita bergerak dengan monorail Sentosa Express untuk melihat Song of The Sea, pertunjukan air dan lagu seperti dengan nama nya. Pertunjukan drama dengan teknologi air mancur dan pencahayaan yang sangat menarik. Tiket nya 12 SGD . Kalau penasaran lihat saja di youtube ada video nya . Setelah makan malam selera asia (makan ayam penyet) di Pulau Sentosa kita pulang. Mampir dulu di Orchad Road untuk menghabiskan sisa tenaga dan SGD. Kita jalan kaki sepanjang Orchad Road menuju Hotel Bencoolen sekitar 2 Km. Nyampai di hotel hampir tengah malam langsung mandi air panas, tidur pulas

Image

Universal Studio

Image

Universal Studio

Image

Song of The Sea

 

 

Hari Ketiga :

Hari terakhir di Singapore , sore hari nya kita akan take off kembali ke Jakarta. Kita cuma jalan jalan sekitar hotel. Kita belanja di Bugis Junction, tempat belanja modern dan tradisional, pas buat belanja oleh oleh. Tidak terlalu lama di Bugis Junction kita kembali siang hari di hotel untuk pergi ke Changi Airport. Setelah checkin kita makan siang dibandara, KFC tanpa nasi (gak ada nasi). Setelah itu check imigrasi, dan langsung boarding menunggu peswat take off dengan Lion Air. Sekitar jam 18:00 kita tiba kembali di Jakarta dan kembali ke kehidupan nyata, goodluck , yang sabar di jalanan DKI Jakarta, jaga emosi 😦. Kita doakan Jakarta Baru menjadi lebih baik🙂

Papa Thomas


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: